Ads

Ini Poin-poin Peraturan Menerbangkan Drone di Indonesia


Drone merupakan produk teknologi yang punya banyak manfaat, namun pada saat yang sama juga dapat merugikan orang lain. Pemilik drone baru maupun pilot drone pemula mesti dibekali dengan pengetahuan yang memadai seputar peraturan menerbangkan drone. Tujuannya agar selama terbang, pesawat tanpa awak itu tidak mengganggu atau membahayakan pihak lain.

Aturan menerbangkan drone di Indonesia

Peraturan menerbangkan drone di Indonesia

Di Indonesia peraturan menerbangkan drone antara lain tertuang dalam PERMEN No. 90 Tahun 2015. Ini merupakan peraturan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (saat itu) yang membahas regulasi umum menerbangkan drone, yang diterbitkan Mei 2015. Selengkapnya dapat dilihat di link ini (http://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/permen/2015/PM_90_Tahun_2015.pdf).

Dan berikut poin-poin PERMEN No. 90 Tahun 2015 tersebut.

Drone dilarang terbang pada :

Kawasan Udara Terlarang (prohibited area) : kawasan udara yang tidak diijinkan sama sekali untuk lewati oleh pesawat udara apapun.

Kawasan Udara Terbatas (restricted area) : kawasan udara yang digunakan untuk kepentingan negara saja, yang jika sudah tidak aktif bisa digunakan untuk sipil.

Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) : wilayah sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan penerbangan.

Selain itu drone juga tidak diperbolehkan terbang di :

Controlled Airspace : yaitu jenis ruang udara yang diberikan pelayanan lalu lintas penerbangan berupa pelayanan pemanduan lalu lintas penerbangan (air traffic control service), pelayanan informasi penerbangan (flight information service) dan pelayanan kesiagaan (alerting service).

Uncontrolled Airspace : di atas 150m – pada jalur udara yang tidak dijadikan pelayanan penerbangan pun, drone tidak diperkenankan terbang di atas 150m. Pengertian Uncontrolled airspace adalah jenis ruang udara yang diberikan pelayanan lalu lintas penerbangan berupa pelayanan informasi penerbangan (flight information servive), pelayanan kesiagaan (alerting service) dan pelayanan saran lalu lintas penerbangan (air traffic advirsory service).

Dalam kondisi khusus, sebuah pesawat tanpa awak boleh terbang diatas 150 meter namun dengan mengantongi ijin dari Dirjen Perhubungan Udara. Dan permohonan ijin dilakukan sekurang-kurangnya 14 hari sebelum terbang.

Dalam permohonan ijin tersebut harus disertkan informasi sebagai berikut :
- nama dan kontak operator,
- spesifikasi teknis airborne system,
- spesifikasi teknis ground system,
- maksud dan tujuan pengoperasian,
- rencana terbang (flight plan),
- prosedur emergency,
- dokumen asuransi,
- prosedur pengoperasian (remote control operation),
- kompetensi dan pengalaman pilot remote control.

Dan berikut adalah video yang berkaitan dengan aturan menerbangkan drone …




0 Response to "Ini Poin-poin Peraturan Menerbangkan Drone di Indonesia"

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *