JK Watch Jam Tangan Kayu Dari Kulon Progo Yogyakarta Yang Mendunia


Di lereng pegunungan Menoreh yakni di Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, terdapat pengrajin jam tangan kayu yang sukses mendaur ulang limbah kayu menjadi jam tangan mewah dan unik. Kreasi jam tangan dari kayu ini sudah mendunia, bahkan sampai ke Rusia.

JK Watch jam tangan kayu dari Kulon Progo
JK Watch

Jam tangan dari kayu dibuat oleh Ahmad Heri dan dua anaknya Iyos Pramana dan Furqon Aziz sejak 2015. Bahan bakunya dari kayu yang ditanam di hutan rakyat di Kulon Progo. Produk dari lereng pegunungan Menoreh tersebut pernah dibeli oleh Presiden Rusia Vladimir Putin melalui Duta Besar Rusia yang ada di Indonesia.

Di tempat produksinya tak tampak terlihat aktivitas dari luar. Setelah masuk ke dalam rumah, baru terlihat ada beberapa produk jam yang unik dan indah.

Produksi jam tangan kayu awalnya dari kondisi kepepet dan dilakukan otodidak. Berawal karena Furkon setelah lulus SMA ingin melanjutkan kuliah. Waktu itu Heri tak memiliki uang yang cukup membiayai kuliah anaknya. Kemudian Furkon diminta untuk mendesain gelangan jam supaya bisa dibuat dari kayu. "Waktu itu saya bekerja membuat mebel dan kebetulan melihat jam dengan gelangan seperti rantai. Anak saya dan saya berulangkali mencoba membuat gelangan jam, sampai setahun baru jadi," ungkap Heri.

Jam tersebut diproduksi sejak 2015 dan di jual lewat media online serta dititipkan ke toko. Kemudian mendapat pendampingan dari BUMN Sarinah sekitar 1,5 tahun ini. Selanjutnya, jam tersebut dititipkan di Bandara Ngurai Rai Bali, Bandara Soekarno Hatta, dan lain-lain untuk dipromosikan.

JK Watch jam tangan kayu yang unik

Kini Furkon tak jadi kuliah. Dia justru mengembangkan usaha jam kayu di Pusat Kerajinan Sentolo. Menurut Heri, ketika ada kegiatan otonomi daerah di Kulon Progo di tahun 2016, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla datang dan melihat jam kayu produknya. "Waktu itu Pak Jusuf Kalla meminta agar produk jam kayu yang semula saya beri nama Furka diganti dengan nama JK Watch. JK singkatan dari Jogja Kulon Progo," katanya.

Semenjak itu jam tangan kayu produk satu-satunya dari Samigaluh tersebut diberi merk JK Watch dan sekarang sudah mendapat hak paten. Jam tangan JK Watch harganya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu per buah. Jam itu juga dilengkapi garansi satu tahun. "Sejak 2015 hingga sekarang tidak ada yang komplain," tuturnya.

Jam serupa kini sudah di jual sampai ke Pakistan, Equador, Finlandia, dan Rusia. Amerika juga tetapi melalui duta besarnya. Jam tangan tersebut dibuat dari kayu sonokeling, jati dan mangir yang ada di sekitar rumahnya. Selama ini ia baru mengikuti pameran kerajian terjauh di Jakarta. "Sebenarnya saya diajak mengikuti Pameran ke Korea, tetapi untuk ongkos pesawat yang separuhnya ditanggung sendiri. Saya juga pernah ditawari untuk ikut pameran ke Moskow oleh duta besar di Moskow. Untuk segala sesuatunya ditanggung Duta Besar, tetapi untuk ongkos pesawatnya ditanggung sendiri. Ya saya keberatan," ungkap Heri.

Dalam sebulan ia bisa membuat jam sebanyak 20 buah yang dikerjakan hanya dua orang bersama anaknya. Tetapi kalau ada pesanan dalam jumlah banyak seperti dari Rusia yang memesan sampai 100 buah, serta tahun lalu ada pesanan dari beberapa negara mencapai 200 buah, dia memanggil tenaga freelance dari sekitar rumahnya.

Baca juga : Wish, Jam Tangan Batik Keren Asli Indonesia

Selain membuat jam tangan kayu, Heri juga membuat bingkai kacamata dari kayu. Heri mengaku terkendala oleh tenaga dan peralatan produksi. Kalau bahan, dia mengaku cukup banyak. Karena itu ia berharap ada perhatian dari pemerintah terutama dalam hal penyediaan alat produksi. (Republika)

Video jam tangan kayu JK Watch dari Kulon Progo



0 Response to "JK Watch Jam Tangan Kayu Dari Kulon Progo Yogyakarta Yang Mendunia"

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *