Jam Tangan Digital vs Analog, Mana Yang Lebih Baik


Alasan utama kebanyakan orang menggunakan jam tangan atau arloji adalah sebagai penunjuk waktu. Tapi karena ada beberapa perbedaan dalam bentuk, model, merek, serta fitur tambahan membuat arloji tertentu lebih disukai dari pada yang lainnya.

Apapun yang dipilih, maka bisa disederhanakan menjadi hanya dua kategori yaitu mau jam tangan digital dan jam tangan analog.   

Penyederhanaan tersebut akan memudahkan dalam mencari informasi tentang desain, fitur, kelebihan dan kekurangan dari jam digital dan jam analog.

Jam tangan digital vs jam analog

Jam tangan digital vs analog

Jam tangan digital

Jam digital menampilkan posisi jam, menit dan bahkan detik di layar elektronik. Banyak jam tangan digital dilengkapi dengan fitur seperti stopwatch, alarm, kalkulator, fungsi kalender lain, bahkan GPS. Harga jam digital bervariasi dari yang murah sampai mahal tergantung bahan pembuatan dan kelengkapan fitur.   

Jam tangan analog

Jam analog menampilkan clock face dalam bentuk 12 jam berulang, dilengkapi jarum jam, jarum menit dan jarum penunjuk detik. Ada yang dengan penunjuk angka Arab / tradisional maupun angka Romawi.

Kebanyakan arloji analog punya tanda khusus yang mewakili 60 menit dalam satu jam. Jam analog memiliki kesan tradisional dan tersedia dalam aneka model dan harga.

Secara umum arloji digital punya lebih banyak fitur dari jam analog, tapi banyak juga jam tangan analog yang memiliki fungsi-fungsi lanjutan.

Pertimbangan sebelum membeli jam tangan digital atau analog

Keputusan dalam memilih antara jam tangan digital ataupun analog banyak dipengaruhi oleh gaya dan preferensi pribadi masing-masing.

Nah, setelah memperoleh informasi tentang beberapa arloji yang diincar, konsumen selanjutnya menggunakan pertimbangan personal dalam memutuskan arloji mana yang paling sesuai untuk dirinya. Tentu saja dengan tidak mengesampingkan pandangan orang terdekat.

Dan berikut pertimbangan-pertimbangan tersebut :

#1. Pengaturan jam tangan

Setting atau pengaturan arloji digital dilakukan dengan menekan tombol khusus menurut cara yang telah ditentukan. Cara pengaturan dan step by step-nya telah tercantum pada buku manual yang disertakan saat pembelian. Mereka yang memilih jam tangan digital harus mematuhi cara pengaturan yang tertera di buku manual tersebut.

Setelah selesai di-setting, maka arloji digital akan terus hidup sampai baterainya habis.

Beberapa arloji digital memiliki bagian belakang yang mudah dibuka, sehingga pemilik bisa mengganti sendiri baterai jamnya. Ada juga jam digital yang harus dibawa ke toko arloji agar bisa dibuka dengan alat yang lebih professional untuk mengganti baterainya. 

Pengaturan pada jam tangan analog sedikit berbeda. Jam analog punya tombol khusus pada bagian sisinya, yang bisa ditarik dan diputar untuk memindahkan jarum jam dan jarum menit ke posisi yang tepat. Kemudian tombol itu harus ditekan kembali agar jarum tadi berputar dan mulai “menghitung” waktu.

Jam analog juga punya baterai yang bisa dibuka sendiri di rumah ataupun dengan bantuan toko arloji. Jam tangan analog model quartz ada yang memiliki chip computer di dalamnya, yang bisa menerjemahkan getaran kristal quartz untuk menggerakkan motor yang ada di dalam arloji tersebut.

Ada pula arloji mekanis self winding yang bekerja berdasarkan tekanan gaya gravitasi saat dipakai.

#2. Cara membaca jam

Layar pada jam analog mirip dengan jam matahari. Analog merupakan model jam yang paling tua di dunia. Tidak semua pengguna arloji menyukai jam analog. Alasannya, mereka kesulitan membaca jam tangan analog terutama jika menggunakan penunjuk angka Romawi dan bukan angka Arab.

Pada sisi lain jam tangan digital bisa dibaca cepat dan mudah, dan itulah alasan utama orang menyukai arloji digital.         

#3. Pilihan model jam

Jam tangan digital maupun analog tersedia dalam berbagai style, misalnya jam penyelam dan jam chronograph.

Jam tangan penyelam dapat dipakai di laut yang sangat dalam, bisa mencapai 1,24 mil dibawah permukaan laut. Jam penyelam bisa menghitung waktu tersisa berdasarkan jumlah oksigen yang ada dalam tangki penyelam, dan bisa menyala sehingga mudah dibaca di dalam air.

Jam tangan chronograph memiliki fungsi ganda termasuk diantaranya stopwatch. Jam chronograph biasanya memiliki subdials untuk menghitung jam, menit dan detik.

Jam tangan analog tersedia dalam berbagai variasi harga tergantung merek. Jam analog diciptakan para desainer terutama agar pemakainya terlihat stylish. Karena itu jika kesan jam tangan mewah lebih disukai, orang biasanya memilih jam analog.

Pada sisi lain jam tangan digital digunakan terutama untuk tujuan fungsional. Arloji digital biasanya dibuat dari bahan plastik, lateks, atau karet. Banyak jam digital yang memiliki lampu LED sehingga mudah dibaca pada malam hari. 

Kategorisasi jam digital dan analog  

Ada tiga kategori umum serta fitur / fungsi yang diperlukan :

#1. Jam tangan sehari-hari : timer, stopwatch, chronograph
#2. Jam tangan stylish : stainless steel, fungsi-fungsi kalender, alligator leather, calfskin
#3. Jam tangan sporty : alarm, timer, tahan benturan (misalnya jam tangan Casio G-Shock)

Di pasaran tersedia banyak sekali jam tangan analog dan digital yang dapat dipilih konsumen. Dan konsumen yang bijak akan mempertimbangkan apa saja fitur yang paling diperlukan, lalu menemukan model jam analog atau digital yang sesuai dengan fitur tersebut.

0 Response to "Jam Tangan Digital vs Analog, Mana Yang Lebih Baik "

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *